Teks foto : foto Truck pasir dan truck cool diesel sesang mengantri menunggu BBM di depan SPBU Lapangan Segitiga Pakam (atas kiri, kanan, dan kanan bawah), SPBU yang berada di Lapangan Segitiga Lubuk Pakam (kiri bawah).
Lubuk Pakam -Setelah gencar diberitakan terkait dugaan Maraknya praktik monopoli Solar Subsidi yang dilakukan Pengawas SPBU Nainggolan ke Mafia Solar Ipnu Gunawan di SPBU 14.203.115.6 yang terletak di depan lapangan segitiga Lubuk Pakam, Rafli wartawan yang memberitakan sering mendapat ancaman.
Keresahan dan segala ancaman datang silih berganti dari oknum mafia.
Salah satu ancaman tersebut diduga berasal dari Pengawas SPBU itu sendiri yang meneror Rafli wartawan Realitynews.live.
Banyaknya ancaman yang dilontarkan baik melalui whatsapp voice maupun ketikan membuat awak media Realitynews.live yang selalu memberitakan kebenaran terkait dugaan penyelewengan Solar Subsidi merasa terancam.
Rafli meminta kepada Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjend Pol Whisnu Hermawan Februanto tangkap dan tindak tegas Nainggolan bpengawas SPBU yang diduga bermain dengan mafia BBM Ibnu Gunawan CS.
"Saya dari media online Jakarta meminta dan memohon langsung kepada Kapoldasu untuk segera menindak tegas pengawas SPBU dan mafia bbm Solar yang bernama Ibnu Gunawan, " ujar Rafli.
Salah satunya ancaman yang nyata saat para mafia dengan menggunakan kendaraan roda 4 jenis kijang Innova Silver datang hingga sampai melintasi rumah Rafli diduga bertujuan meneror.
"Saya meminta kepada rekan rekan wartawan jika saya ada apa apa agar bisa melanjutkan berita saya dengan azas kebenaran dan kepada Bapak Kapolda sumut agar dapat melindungi saya dari mafia yang meneror saya yang mengancam keselamatan saya karena saya memberitakan terkait aktifitas yang diduga ilegal yang mereka lakukan di SPBU Lapangan Segitiga Lubuk Pakam, "ungkap Rafli. Selasa (23/12/2025)
Rafli juga menambahkan, dalam persoalan kasus tersebut, Nainggolan pengawas SPBU mencak - mencak dengan nada kasar kepadanya melalui pesan voice whatsapp.
Selanjut nya, tim awak media yang sudah ada dibeberapa lokasi juga mendapatkan info akurat dari beberapa Warga Lubuk Pakam bahwa Ibnu Gunawan diduga sudah bermain di SPBU tersebut. Selasa (23/12/2025)
Sementara itu, Kapoldasu Irjend Pol Whisnu Hermawan Februanto saat dikonfirmasi tim awak media melalui pesan singkatnya belum menanggapi hingga berita ini dilayangkan ke media online, namun sudah terbaca.
Sebelum nya, Usai pemberitaan dugaan pengawas SPBU 14.203.1156 Nainggolan bermain dengan mafia BBM bernama Gunawan tepatnya di Lapangan Segitiga Lubuk Pakam, Deli Serdang Sumatera Utara, Rumah salahsatu Tim awak media diduga diteror oleh Gunawan CS, Rabu (17/12/2025).
Ancaman itu terlihat dari cctv sebuah mobil Toyota Innova Silver mondar mandir beberapa kali melintasi rumah tim awak media online realitynews live.
"Saya merasa terancam. Mobil itu bolak balik beberapa kali ke lokasi rumah ku pasca aku berita kan IBNU Gunawan, Ada dugaan mobil ini adalah IBNU Gunawan atau orang suruhan nya yang bermaksud mau meneror saya, rekaman percakapan pun ada sama teman satu tim saya kalau IBNU Gunawan diduga mengatakan tau rumah saya dan foto rumah saya beserta letak CCTV rumah saya lengkap dengan serlok alamat rumah, ini dugaan dikibus oknum wartawan inisial "SI" yang tinggal tau jauh dari rumah saya di Jalan Swadaya 1, gg Flamboyan Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, sering dia lewat rumah saya, hal itu dikatakan langsung dengan pembicaraan oleh IBNU Gunawan kepada rekan tim saya, logika aja kita tau dari mana si Gunawan foto rumah saya dan cctv rumah saya kalau tak ada kibus nya", jelas Raf kepada tim awak media, Selasa (18/12/2025)
Raf juga menambahkan, meminta perlindungan kepada Pak Kapolres Deli Serdang, Kombes Pol Hendria Lesmana, Sik, Msi serta dapat menindak tegas IBNU Gunawan CS dan pengawas SPBU narga Nainggolan.
"Saya meminta perlindungan kepada bapak Kapolres Deli Serdang agar dapat secepatnya menindak tegas peneror serta permainan BBM subsidi yang diduga dilakukan oleh Nainggolan dan Ibnu Gunawan CS, bukti rekaman pengisian bbm mobil truck berdurasi panjang keluar masuk dan gudang penyimpanan nya ada sudah sama saya, kalau juga tidak direspon saya akan laporkan hal ini ke Kapoldasu, sampai nanti ke Mabes Polri", tegas nya.
Terpisah, Kapolres Deli Serdang, Kombes Hendria Lesmana saat dikonfirmasi tim awak media melalui pesan singkat whatsapp belum juga menanggapi hingga berita ini dinaikkan ke media online.
(rj/tim)
