Teks foto : Lapak pedagang yang dirusak oleh sejumlah preman di Mabar Hilir Medan
MEDAN.Realitynews.live - Korban pengeroyokan dan penganiayaan di Jl. Rumah Potong Hewan Lingkungan I Kelurahan Mabar Hilir Kecamatan Medan Deli mendesak Kapolsek Medan Labuhan segera menangkap para pelaku penganiayaan.
Pasalnya, sejak kasus penganiayaan tersebut dilaporkan oleh korbannya ke Polsek Medan Deli, Senin (29/6/2026) lalu, para pelaku yang merupakan para preman dan diduga pengedar Narkoba itu masih berkeliaran bahkan terus mengancam korban dan keluarganya.
Korban bernama Raihan Pratama (21) warga Dusun I Desa Bengkel Kecamatan Perbaungan menyebutkan, aksi pengeroyokan dan penganiayaan tersebut berawal saat pelaku berinisial Yo dan kawan-kawannya, Senin (29/6/2026) sekira pukul 11:00 datang ke tempat korban dan orangtuanya berjualan buah Cempedak di Jl. Rumah Potong Hewan, Kelurahan Mabar Hilir.
Awalnya, para pelaku membeli minuman Es Jagung di sebelah tempat korban berjualan. Usai membeli minumen Es Jagung, pelaku berinisial Yo membeli Buah Cempedak seharga Rp20.000.
"Pelaku membeli Buah Cempedak seharga Rp20.000 namun pelaku hanya membayar Rp5000 saja namun ayah tidak mau menerimanya karena uang masih kurang," ujar Raihan.
Selanjutnya, tambah Raihan, karena uang tersebut dinilai masih kurang untuk membayar Cempedak, para pelaku marah sekaligus melarang orangtua korban berjuan di lokasi tersebut sekaligus menyerakkan dagangan korban ke tengah jalan.
"Saat saya mengumpulkan buah Cempedak yang berserakan di jalan raya, terjadi cekcok mulut dan para pelaku mengeroyok dan menganiayaku. Mereka mencekik leherku, memukuli sekujur tubuhku hingga babak belur dan lembam-lembam," tutur Raihan.
Tak terima dirinya dianiaya oleh sekelompok preman yang diduga sebagai pengedar Narkoba itu, Raihan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Labuhan sesuai dengan Nomor: LP/B/698/VI/2026/SPKT Unitreskrim/ POLSEK MEDAN LABUHAN/POLRES PELABUHAN BELAWAN.
"Saya mendesak Kapolsek Medan Labuhan segera menangkap para pelaku pengeroyokan dan penganiayaan tersebut, apalagi saat ini para pelaku masih berkeliaran bahkan selalu mengancam kami yang sedang berjualan," pungkas Raihan.
Sementara itu, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol D Raja Napitupulu saat dikonfirmasi melalui hp sellular nya via whatsapp, Rabu (08/07/2026) perihal laporan korban belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan ke media online.
(Sal/tim)
